Keniscayaan, Pembayaran Elektronik Untuk Angkutan Umum se-Jabodetabek

JAKARTA[Elogistik.id]—Integrasi sistem pembayaran elektronik dengan satu kartu untuk semua moda angkutan umum se-Jabodetabek akan segera terwujud. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan bersama antara Kementerian Perhubungan dengan Bank Indonesia dan para operator transportasi di Jabodetabek.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sistem ini akan menjadi solusi dari persoalan sistem pembayaran moda transportasi yang masih belum terintegrasi dan beberapa dilakukan secara manual. Disamping juga mempercepat proses pembayaran angkutan umum, dengan sistem ini kata Menhub akan menjadi basis data terkait angka pergerakan penumpang angkutan umum sehingga nantinya dapat diketahui angka kebutuhan angkutan umum di suatu wilayah.

“Sistem pembayaran ini tentunya menjadi solusi dan pasti juga memberikan suatu basis yang baik kita mendapatkan data yang akurat berkaitan jumlah pergerakan, darimana, kemana, bisa membuat kita dapat menganalisis secara lebih cermat mana-mana saja daerah yang harus diperbaiki dan improve,” kata Menhub Budi usai menandatangani Kesepakatan Bersama antara Bank Indonesia dengan Kementerian Perhubungan tentang Kerja Sama dan Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Bank Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Rabu (6/9).

Lanjut Menhub, dengan sistem pembayaran elektronik satu kartu menurut Menhub akan memudahkan operator transportasi. Menhub mengusulkan agar integrasi sistem pembayaran yang berbasis uang elektronik ini dapat diterapan di seluruh operator transportasi.

“Bagi operator transportasi penggunaan sistem ini akan memudahkan karena pengumpulan pendapatannya akan cash less artinya tidak ada yang tercecer dan saya juga mengusulkan bahwasanya ini tidak tercatat pada pengelola-pengelola yang formal tapi kita banyak operator-operator yang swasta yang segera diikutkan agar ini menjadi lebih baik,” jelas Menhub.

Untuk itu Menhub meminta dukungan seluruh pihak di sektor transportasi termasuk bank-bank penyedia layanan sistem ini.

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menjelaskan sistem pembayaran elektronik dengan satu kartu ini nantinya tidak hanya untuk pembayaran angkutan umum saja tetapi juga untuk pembayaran fasilitas lainnya.

“Ini juga akan diperluas untuk meyakinkan sistem transportasi termasuk perparkiran, nanti rencana akan ada electronic route pricing,” ujar Agus.

Terkait hal ini, lanjut Agus selaras dengan rencana pemberlakuan pembayaran non tunai pada seluruh ruas-ruas jalan tol di Indonesia yang akan diberlakukan pada 31 Oktober 2017.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Provinsi DKI Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan Data Badan Pusat Statistik atau BPS jumlah kendaraan di DKI Jakarta sudah melebihi jumlah penduduk DKI Jakarta. Dikhawatirkan 2-3 tahun ke depan akan terjadi kemacetan total di DKI Jakarta.

“data dari BPS tahun 2015 jumlah kendaraan roda 2 di Jakarta ada 13,9 juta kendaraan dan roda 4 sebanyak 3,5 juta artinya jumlah kendaraan yang ada di Jakarta itu melebihi dari jumlah penduduk Jakarta sebesar 10,1 jt jiwa, kalau ini dibiarkan maka kita bisa membayangkan 2-3 tahun ke depan Jakarta langsung stuck macet,” ujar Djarot.

Dengan pemberlakukan sistem pembayaran elektronik dengan satu kartu ini maka akan dapat mendorong masyarakat agar memanfaatkan moda transportasi massal. Dengan begitu Djarot berharap akan terwujud transportasi yang baik, cepat, tepat, transparan dan efisien.

Selain penandatangan kesepakatan bersama Kementrian Perhubungan dan Bank Indonesia tentang Kerja Sama dan Koordinasi Dalam Rangka Pelaksanaan Tugas Bank Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia juga dilakukan Perjanjian Kerja Sama Antara Bank Indonesia dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek tentang Pengembangan Integrasi Sistem Pembayaran Elektronik Bidang Transportasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pada kesempatan yang sama juga telah ditandatangani Kesepakatan Bersama antara BPTJ dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan sejumlah operator transportasi seperti Perum Damri, PPD, PT KAI Commuter Jabodetabek, PT Jakarta Propertindo, PT Transportasi Jakarta, PT Mass Rapid Transit Jakarta, dan PT Railink tentang pengembangan integrasi sistem pembayaran elektronik transportasi antar moda di Jabodetabek.

Turut hadir dalam acara ini para Deputi Gubernur BI, sejumlah Direktur Utama bank BUMN, para operator transportasi di Jabodetabek, dan sejumlah pejabat terkait dari Bank Indonesia, Kementerian Perhubungan, dan Provinsi DKI. [Indra]

104
Loading Likes...

Berita lainya

No Responses

  1. StevWeef berkata:
    Komentar anda sedang menunggu dimoderasi. Ini adalah sebuah pratinjau, komentar Anda akan tampil setelah disetujui.

    Atarax No Rx Pharmacy Stores In Canada cialis overnight shipping from usa Usa Pharmacy Pills Celebrex Sales In Canada Classification Of Amoxicillin

  2. StevWeef berkata:
    Komentar anda sedang menunggu dimoderasi. Ini adalah sebuah pratinjau, komentar Anda akan tampil setelah disetujui.

    Pas Cher Priligy Dapoxetine Canadian Pharmacy Propecia length of levitra patent Cialis Diario Prospecto Cialis Yeux Rouges

  3. StevWeef berkata:
    Komentar anda sedang menunggu dimoderasi. Ini adalah sebuah pratinjau, komentar Anda akan tampil setelah disetujui.

    Kamagra Legal Kaufen Lyme Disease Antibiotics For Dogs

  4. StevWeef berkata:
    Komentar anda sedang menunggu dimoderasi. Ini adalah sebuah pratinjau, komentar Anda akan tampil setelah disetujui.

    Viagra 100mg Over Night Buy Original Propecia Ed Impotence online pharmacy Canadian Pharmacy Generic Viagra Acheter Amoxicillin Pilule Nist Prescrire

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *