ASPERINDO Jateng Berharap Perusahaan Logistik Milik BUMN Jangan Jadi Pesaing dengan Domestik

SEMARANG [ELogistik.id]—Dalam dua hari ini sejak pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, sejumlah pengusaha dan politisi turut merapat memenuhi undangan dari pihak Istana.

Salah satu nama bakal menduduki posisi menteri yakni Erick Tohir, yang digadang menjabat Menteri BUMN. Dengan munculnya posisi menteri BUMN tersebut, Asosiasi Perusahaan Jasa  Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Jawa Tengah menaruh harapan agar perusahaan logistik milik anak perusahaan BUMN jangan bersaing dengan perusahaan milik domestik. Semestinya, anak perusahaan BUMN menjadi world class. Contoh perusahaan Kantor Pos di Jerman yang memiliki DHL Worldwide, tentu saja bersaing dengan perusahaan logistik kelas dunia.

Ketua ASPERINDO Jateng Tony Winarno menjelaskan yang terjadi saat ini perusahaan jasa pengiriman milik anak perusahaan BUMN justru merebut pangsa pasar perusahaan swasta yang dikelola oleh domestik dan UMKM.

“Yang saat ini terjadi adalah anak perusahaan BUMN , contoh AP 1 memiliki APLOG, yang mana mereka berbisnis yang sama dengan perusahaan logistik milik swasta,” jelas Tony kepada ELogistik.id, Selasa (22/10/2019).

Tony mengkritik APLog dan APK sebagai anak perusahaan yang seharusnya di dorong jadi perusahaan kelas dunia. Tidak seperti saat ini yng berbisnis di bidang yang sama dengan perusahaan nasional maupun UMKM. Harusnya kanyak kantor Pos Jerman yang memiliki DHL sehingga berkompetisi dngan perusahaan kelas dunia yang lain.

“APLog dan APK bisnisnya sama persis dengan kami sehingga menjadi kompetiter bagi perusahaan nasional dan UMKM. Dampaknya bersaing tidak sehat. Kita harus ingat dalam UUD Pasal 33 yang menyatakan bahwa cabang cabang produksi yang dikuasai oleh negara digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Bukan merebut perusahaan bidang logistik,” paparnya.

Dalam kesempatan terpisah, pelaku UMKM di Kota Pekalongan, Haura menjelaskan selama ini ‘perang tarif’ jasa pengiriman antara perusahaan milik BUMN dan perusahaan swasta berdampak pada merosotnya pengiriman. Pasalnya, perusahaan swasta dalam hal pengiriman barang selalu konsisten dan tepat waktu. Sebaliknya, perusahaan berpelat merah kerap datang terlambat dari waktu yang ditentukan.

“Saatnya perusahaan jasa pengiriman milik pemerintah terus berinovasi. Jangan berebut kue di industri serupa milik swasta,” jelas dia. (red/Hamdi)

84
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *