Kota Batang Tak Layak Sistem Satu Arah

Pelaku Jasa Ekspedisi Mengeluh

BATANG [ELogistik.id]—Rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah di Kabupaten Batang Jawa Tengah menuai polemik bagi beberapa kalangan, karena dinilai bahwa kota yang diapit Kota Pekalongan dan Kabupaten Kendal itu belum layak diberlakukan satu arah.

Sebagaimana diketahui, penerapan sistem satu arah di beberapa ruas jalan, masing-masing jalan Diponegoro, jalan A. Yani, Jalan Ahmad Dahlan, jalan Brigjend Katamso, Jalan Dr. Soetomo. Khusus di Jalan Ahmad Dahlan mulai pukul 16.00-24.00 ada Pandawa street food.

Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Jawa Tengah Tony Winarno menjelaskan penerapan sistem satu arah belum layak diterapkan di Kota Batang dengan alasan belum terlihat kepadatan arus kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Jika pun terjadi kepadatan, hanya saat jam kerja dan pulang kantor serta jam tertentu.

“Kebijakan sistem satu arah tidak layak diberlakukan di Kota Batang. Justru bagi kami sebagai pelaku jasa ekspedisi bisa memperlambat proses pick up dan delivery barang,” jelas Tony yang merupakan warga asli Kelurahan Watesalit ini, kepada Elogistik.id, Minggu (18/8/2019).

Kebijakan sistem satu arah dalam sebuah daerah, kata dia, semestinya harus mempertimbangan density atau tingkat kerapatan kendaraan. Faktanya, kendaraan yang melintas di Kabupaten Batang bisa dikatakan belum terlalu banyak.

Pihaknya selaku putra asli daerah Kabupaten Batang menilai kebijakan sistem satu arah sangat tidak pantas diterapkan.

“Bupati Batang Bapak Wihaji tidak perlu latah dengan kota yang sudah maju, seperti di kota kota yang menjadi ibu kota provinsi. Di kota itu, arus lalu lintas sangat padat. Jadi wajar kalau diterapkan satu arah,” jelas dia.

Pihaknya menegaskan Bupati Batang Wihaji semestinya memikirkan bagaimana meningkatkan APBD dan memakmurkan warga Batang.

“Batang sebagai Smart City saja belum tergarap maksimal. Apalagi mimpi menjadikan Batang sebagai Heaven of Asia, sepertinya masih sangat jauh (terlaksana),” ujar dia.

Salah satu pelaku jasa pengiriman dan ekspedisi di Kabupaten Batang, Iwan menilai kebijakan sistem satu arah sangat merugikan perusahaan.

“Yang dua jalur aja belum macet. Ini sistem satu arah malah bikin repot kami,” tegas dia.(Ham/red)

327
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *