BPOM dan ASPERINDO Jalin Kerjasama Cegah Pengiriman Barang Obat dan Makanan Terlarang

SEMARANG [ELogistik.id]—Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjalin kerjasama dalam rangka pencegahan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan.

Dalam pertemuan itu, dihadiri masing masing pejabat dari BPOM dan DPP ASPERINDO, DPW serta DPD Kudus.

Wildan Sagi, Direktur Intelijen Obat dan Makanan Badan POM mengatakan pengiriman obat dan makanan ilegal melalui jasa ekspedisi semakin meningkat. Adapun kriteria obat dan kosmetik yakni tanpa ijin edar , obat narkotika serta mengandung bahan berbahaya.

“Berbagai modus dilakukan oleh pengirim dalam menjalankan bisnisnya,” jelas dia dalam seminar Forum Group Discussion di Hotel Gumaya Semarang, Senin (15/7/2019).

Wakil Ketua Umum DPP ASPERINDO Budi Paryanta memaparkan  ASPERINDO DAN ALFI mendukung pencegahan kejahatan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan yang dilaksanakan oleh BPOM. Kerjasama secara kontinyu mutlak dilakukan dalam rangka pencegahan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan.

“Kami dari jasa pengiriman sudah melakukan pengecekan saat barang diterima sesuai dengan SOP masing-masing perusahaan,” ujarnya.Dalam hal penegakan hukum, disepakati bahwa sasaran utama penindakan adalah penjahat. Sedangkan terhadap pelaku usaha yang legal perlu didorong agar dapat meningkatkan daya saing bangsa dan menjadi lokomotif ekonomi digital Indonesia.

Rekomendasi kedua belah pihak antara lain; Perlu pemberian sosialisasi dan peningkatan kompetensi terhadap stakeholder (ASPERINDO dan ALFI) agar terdapat kesamaan pemahaman terhadap kejahatan di bidang Obat dan Makanan,

Perlu pertemuan BB/BPOM dengan ASPERINDO di wilayah agar kerja sama yang terjalin tidak hanya di tataran pusat tetapi juga daerah. (Hamdi/red)

109
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *