Tarif Kargo Udara Naik, Industri Jasa Pengiriman Alami Turbulensi

CIREBON [ELogistik.id]—Ketua Umum ASPERINDO Mohammad Feriadi, mengutarakan, saat ini industri distribusi dan logistik di Indonesia tengah mengalami turbulensi. Salah satu pemicunya adalah kenaikan tarif kargo oleh maskapai penerbangan.

Dikatakan Feriadi, karakteristik Asperindo adalah ekspres. Dikarenakan geografis Indonesia adalah kepulauan, untuk pengiriman barang dan logistik diperlukan moda transportasi pesawat.

Kenaikan tarif SMU juga memukul para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pelaku UMKM yang terlibat dalam bisnis distribusi dan logistik banyak yang mengeluh terkait kenaikan tarif SMU itu.

“Kenaikan biaya pengiriman tidak dibebankan kepada kami selaku operator, tapi dibebankan kepada customer, termasuk pelaku UMKM,” terangnya.

Feriadi menambahkan, Asperindo telah menyurati Presiden Jokowi terkait keluhan kenaikan tarif SMU. Terkait surat itu, jika tidak ada tanggapan hingga akhir Januari 2019, kata Feriadi, maka anggota perusahaan akan melakukan protes keras dengan menghentikan aktivitas jasa pengiriman.

“Kami ingin segera ada solusi. Jika kondisi ini terus berlanjut, bisnis distribusi dan logistik akan melambat. Kondisi ekonomi Indonesia pun bisa terganggu,” pungkasnya.

Wayan berharap, ada jalan keluar yang saling menguntungkan terhadap semua permasalahan itu. Dengan demikian, program pemerintah untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia, terutama Jawa Barat, dapat terwujud.

“Ke depan, karakter bisnis kami harus diubah. Untuk menekan biaya harus ada kolaborasi sejumlah sektor industri, pemerintah dan stakeholder terkait,” ujarnya. (Hamdi/red)

18
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *