Jeritan UMKM Ditengah Gegap Gempita E-Commerce

Tarif Kargo Udara Selangit

SEMARANG [ELogistik.id]—Wahida, penjual pakaian yang dipasarkan melalui online baik marketplace, facebook, instagram dan twitter merasa senang dengan keberadaan industri jasa pengiriman ekspres yang belakang bermunculan dengan pilihan layanan menggiurkan. Pihaknya tidak perlu repot, karena pilihan jasa pengiriman menyesuaikan keinginan customers.

Dengan brand toko online Haura Olshop, banyak pelanggan dari Jawa dan luar Pulau Jawa seperti Riau, Batam, Kalimantan dan Sulawesi yang berbelanja melalui promosi toko online tersebut. Namun belakangan, pihaknya mengeluhkan dengan kenaikan tariff kargo udara yang berimbas pada kenaikan tarif jasa pengriman.

Menurutnya, pengiriman barang via kargo udara sudah menjadi kebutuhan bagi pemain e-commerce.

“Sekarang kargo udara bukan barang mewah, karena sudah menjadi kebutuhan untuk pengiriman ekspres. Indonesia yang terdiri 17.500 pulau, tentu membutuhkan pengiriman melalui pesawat terbang,” jelas dia kepada ELogistik.id, Jumat (11/1/2019)

Seperti diketahui, Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan potensi transaksi e-commerce bisa menembus angka Rp700 triliun. Jokowi memaparkan data yang didapatnya dari survey Google dan Temasek yang menyebutkan bahwa peluang bisnis e-commerce di Indonesia besar. Hingga 2018 saja menurut survey tersebut perkembangan bisnis e-commerce Indonesia naik 114% dari tahun sebelumnya.

“Diperkirakan nilai perdagangan e-commerce US $22,3 miliar atau Rp 336 triliun atau naik 114% dari tahun sebelumnya. Angka itu diprediksi naik dua kali lipat jadi US$ 53,3 miliar (setara Rp700 triliun) dalam enam tahun ke depan,” ungkap Jokowi kemarin.

Dengan pernyataan tersebut, sudah semestinya diimbangi dengan kebijakan nasional mengenai tarif kargo udara yang naik mencapai 250% dari tarif sebelumnya. Kenaikan tarif kargo udara secara beruntut diawali dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan

“Pak Jokowi semestinya melihat ini sebagai dorongan untuk memajukan pemain e-commerce yang produknya dari pelaku UMKM. kami meminta kepada pihak pihak yang menjadi pemicu tentang kenaikan kargo udara, yakni Garuda Indonesia untuk segera mereview karena kenaikannya tidak masuk akal,” terang dia.

Dia menyayangkan atas kenaikan tariff kargo udara yang sangat meresahkan pelaku UMKM. Dalam hal ini, dirinya mempertanyakan pemerintah tidak melihat UMKM sangat bergantung pada kargo udara, karena pelanggan ada di Ternate, Ambon, Sulawesi.

“Kalau dari Jawa tidak masalah. Kalau kargo udara tidak bisa, menggunakan substitusi trucking jika jaraknya antara daerah. Kalau substitusi menggunakan kargo laut, kiriman kami hanya 1-2 kg, tidak sebanding dengan biaya yang kita keluarkan dan waktu tempuh yang lama,” terangnya.

Jika barang kecil, membutuhkan kecepatan, tentu membutuhkan kargo udara. “Dengan tarif kargo udara melonjak tinggi, terus kita mau hidup dari mana. Contohnya pelanggan kami yang membeli pakaian Rp90.000, namun biaya kargo udara sampai Rp 120.000, maka mereka memilih untuk membatalkan pembelian karena biaya barang dengan biaya kirim, lebih mahal biaya kirim. Inilah yang justru mematikam pelaku UMKM.

Direktur Delta Aerosupport Mustofa Camal, mengatakan, kenaikan luar biasa terjadi dari sisi penerbangan, semisal contoh pengiriman ke Jakarta itu hanya Rp 3.800 sampai Rp 4.100, sekarang bisa mencapai Rp 7.400 hal ini berpengaruh pada volume pengiriman.

Selain itu, dengan kenaikan SMU pihaknya berharap pendapatan mengalami kenaikan.

Tapi pada kenyataannya tidak demikian, karena tidak diimbangi dengan penurunan komisi agen, jadi dari 7 persen menjadi 3 persen.

Pihaknya mencontohkan untuk grafik perkembangan tonase pengiriman dari awal tahun 2018 bisa mencapai 800 ton per bulan. Kemudian di triwulan kedua mengalami penurunan hanya sekitar 500 ton, dan triwulan terakhir bulan Desember hanya sekitar 80 ton,” Jelas Kamal.

“Kami tidak menyalahkan Airlines dan Angkasa Pura, tapi mendesak Pemerintah, dalam hal ini Menteri Perhubungan dan Presiden Republik Indonesia, untuk segera bergerak mengambil langkah-langkah, sehingga anggota mereka aman dan tentram. (Hamdi/red)

57
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *