AP 1 dan ASPERINDO Jateng Sepakat Majukan Bisnis Kargo di Semarang

SEMARANG [ELogistik.id]—PT Angkasa Pura (Persero) dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) Jawa Tengah mendorong perkembangan bisnis kargo udara via Bandara Internasioal Ahmad Yani Semarang Jateng.

Hal itu bukan tanpa alasan, ASPERINDO Jateng melihat bahwa potensi bisnis kargo udara sangat menjanjikan. Apalagi, saat ini kondisi Terminal Kargo di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mampu menampung barang dengan kapasitas 200 ton. Guna mendukung hal itu, AP1 dengan ASPERINDO Jateng bahu membahu serta berupaya keras meningkatkan kapasitas muatan barang.

Pembahasan itu dilakukan dalam breakfast meeting pada Hari Kamis, 3 Januari 2019 di Semarang yang melibatkan AP1, AP Logistik dan ASPERINDO Jateng.

Ketua DPW ASPERINDO Jateng Tony Winarno menerangkan ASPERINDO Jateng menggagas 200 ton/hari jadi target kapasitas terminal kargo udara dengan langkah sebagai berikut; Ekspor melati dari Kabupaten Tegal yang semula via Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dirubah melalui Bandara Ahmad Yani Semarang dengan melibatkan Balai Karantina Dinas Pertanian Semarang.

Selanjutnya, kata dia, bisnis ekspor sarang burung wallet dengan nilai Rp1,7 triliun /tahun harus dapat dipertahankan via Bandara Ahmad Yani Semarang dengan memastikan next day delivery dari Semarang ke Hongkong.

Di samping itu, ASPERINDO Jateng terus menggagas Bandara Ahmad Yani Semarang sebaai pintu gerbang /gateway e-commerce karena infrastruktur di bandara Semarang sangat mendukung seperti kesiapan bea cukai, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) barang kiriman dari anggota ASPERINDO.

“Kami mendorong pesawat kargo masuk ke Bandara Ahmad Yani Semarang. Saat I ni baru MY Indone Airline dengan slot time belum kompetitif. Ke depan, aka follow-up perusahaan yang menerbangi Bandara Ahmad Yani Semarang,” jelas dia.

Dalam kerjasama tersebut, AP 1 akan mereview atas biaya surcharge dan biaya tarif gudang kargo. Surcharge atau tarif tambahan di bandara Ahmad Yani Semarang dinilai sangat mahal, semestinya dengan adanya pesawat kargo surcharge itu adhoc.

Di sisi lain, Jawa Tengah saat ini dilirik oleh sejumlah investor dari luar provinsi. Buktinya, banyak perusahaan dari Jawa Barat, Banten dan sejumlah provinsi lainnya melakukan ekspansi dan berpindah ke Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu Priyantoro, Cargo and Aeronautical Business Support Senior Manager menambahkan kerjasama dengan ASPERINDO Jateng merupakan langkah positif untuk mendukung bisnis kargo udara.

“Kami sebagai Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) telah berupaya maksimal untuk menyediakan fasilitas dan personil di terminal kargo. Selain itu kami selalu meningkatkan kualitas pelayananan mengacu kpd 3S+C,” jelas dia kepada ELogistik.id. (Hamdi/red)

106
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *