Tahun 2019, Tarif Jasa Pengiriman Diprediksi Naik 20%

JAKARTA [ELogistik.id]—Setidaknya 200 Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia sepakat untuk melakukan penyesuaian tarif pada konsumen. Kesepakatan itu menanggapi adanya kebijakan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU), yang diberlakukan oleh beberapa perusahaan penerbangan cargo.

‎Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia‎ (ASPERINDO), Mohammad Feriadi, mengatakan tarif SMU merupakan salah satu komponen terbesar yang ada dalam industri jasa pengiriman. Komponen tarif SMU tersebut sekitar 30 persen dari total biaya pengiriman.

Dengan demikian, kenaikan tarif SMU akan berdampak pada biaya yang ditanggung perusahaan. Hal itu berlaku terutama pada pengiriman antar pulau yang banyak dilakukan melalui udara.

Feri mengatakan, transportasi melalui udara diperlukan oleh perusahaan jasa‎ pengiriman ekspress yang membutuhkan kecepatan.

“Oleh sebab itulah kami harus melakukan penyesuaian‎ tarif jasa pengiriman. Sebab jika tidak, dampaknya (pada ongkos logistik) akan berat sekali,” kata Feri dalam keterangan resminya, Senin (26/11/2018).

Dia mengatakan, kenaikan tarif SMU sudah diberlakukan beberapa airlines dengan besaran yang bervariasi.

“Besarnya ada yang 20 persen, ada yang lebih. Kemarin katanya Garuda (maskapai) akan Naikan lagi tarifnya. Kalau Garuda naik, yang lainnya biasanya akan ikutan naik,” ujar dia.

Feri mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan Asperindo mendorong anggotanya untuk menaikan tarif bersama-sama. Meskipun demikian, ada beberapa perusahaan yang sudah terlanjur menaikan tarif jasanya terlebih dahulu.

Menurut Feri, asosiasi menyerahkan kepada setiap perusahaan untuk menetapkan besaran kenaikan tarif jasanya. Namun dia memprediksi rata-rata kenaikan tarif jasa tersebut sekitar 20 persen.

“Itu tergantung jarak dan lokasinya juga, jadi berbeda-beda,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini jumlah perusahaan yang terdaftar sebagai anggota Asperindo pusat sebanyak lebih dari 270 perusahaan.

“Kami berharap semua perusahaan bisa terdaftar menjadi anggota karena ini sifatnya mandatori,” tutur dia. (red).

19
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *