ASPERINDO : Kembalikan Regulated Agent ke Negara !

RA Berorientasi Profit

JAKARTA [ELogistik.id]—Pengurus Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) mendesak agar operator regulated agent (RA) meninjau ulang penetapan tarif atau penghapusan tarif karena berorientasi profit bukan security oriented.

Ketua Umum ASPERINDO Mohammad Feriadi mengatakan RA sudah seharusnya dikelola oleh pemerintah. Sebab, hal itu semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah (public service) dan tidak harus didelegasikan kepada swasta yang orientasinya profit making business.

“Jangan ada unsur profit semata, bagaimana dengan keamanannya. Apalagi ini dikelola swasta. Jika perlu RA lebih baik dihapus,” ujarnya, Rabu (4/7/2018).

Tarif RA yang Rp500-1.000 per kilogram akan berpengaruh terhadap biaya pengiriman yang sepenuhnya ditanggung konsumen, ujar Feriadi.

“Setiap ada penambahan biaya tidak ditanggung oleh jasa penitipan, tetapi kembali ke konsumen di dalam harga jual kita,” ujarnya.

Di sisi lain, tingginya tarif RA yang ditetapkan akan membuat daya saing produk nasional tertekan. Padahal, produk nasional harus mampu bersaing untuk bisa menembus pasar internasional.

Wakil Ketum ASPERINDO Budi Paryanto menambahkan urusan proses pemeriksaan barang ini semestinya menjadi Kewajiban Negara yang harus dijalankan oleh Airlines.
“Kembalikan roh pemeriksaan barang pada tujuan utamanya yaitu Safety and Security Process,” tegas dia.

Dia menambahkan RA yang sekarang harus dievaluasi kalau perlu dihapus karena orientasinya adalah Profit Oriented bukan Safety/Security Oriented.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan atas pemberlakuan itu yakni biaya logistik di Indonesia tertinggi di Negara ASEAN. Selain itu, SME (UMKM) di Indonesia tidak bisa berkembang dan bersaing di pasar global karena terbebani ongkos kirim yang tinggi lebih tinggi dari ongkos produksi.

“Negara tidak menikmati hasil yang maksimal dari kebijakan RA ini, hanya pengusaha RA dan oknum-oknum tertentu yang diuntungkan,” ujar dia. (Ham/red)

122
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *