Besarkan Perusahaan Sendiri

Sosok Budi Paryanto, Waketum DPP ASPERINDO

Menggeluti dunia bisnis jasa pengiriman merupakan tantangan tersendiri bagi Budi Paryanto. Berbekal pengalaman selama belasan tahun, pria kelahiran Blitar 26 November 1966 ini memberanikan untuk mendirikan perusahaan dengan nama PT Dinamika Lintas Buana (DLB). Alasannya, mengembangkan perusahaan atau bisnis sendiri lebih baik daripada membesarkan perusahaan orang lain.

Itulah prinsip kuat dari Budi Paryanto yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO).

“Saya rasakan, kok saya terus membesarkan perusahaan orang? Kenapa saya tidak bisa membuat sendiri,” terangnya saat berbincang dengan ELogistik.id, Selasa (3/7/2018).

Dia mengawali karir pekerjaannya di Merpati Airlines pada tahun 1992 sebagai sales cargo distrik Jakarta Raya. Kemudian pada tahun 1995-1999 berpindah ke PT Mega Titian Nusantara (Mega kargo) dengan merintis usaha kargo door to door. Tak hanya itu, Budi pernah bekerja di perusahaan jasa pengiriman ternama seperti JNE, Pandu Logistics.

“Titik balik ketika saya bekerja di Cito pada tahun 2004. Sejak saat itu, saya harus mendirikan perusahaan,” tuturnya.

Pihaknya bercerita awal mendirikan PT DLB dengan merekrut 7 orang yang menempati kantor di Cipinang Jakarta Timur. Bekal ilmu yang diperoleh selama bekerja di perusahaan jasa pengiriman digunakan Budi untuk mengembangkan perusahaan miliknya dengan mengkolaborasi sistem terbaru.

Perlahan, PT DLB yang membidik segmen corporate terus merangkak naik dari sisi pendapatan.

“Dari awal, memang saya tidak bermain di segmen regular shipment. Kami mengurusi pengiriman dalam jumlah besar dari perusahaan-perusahaan,” ujar dia.

Pencapaian tertinggi dari perusahaan diperoleh pada 2010 hingga 2013.  Waktu itu, tenaga kerja yang semula di bawah 10 orang, akhirnya bertambah menjadi 65 karyawan. Proyek pengiriman barang dari perusahaan swasta maupun pemerintah terus berdatangan dengan menggunakan jasa pengiriman PT DLB.

Merebaknya industri jasa pengiriman dan persaingan pasar membuat revenue perusahaan mengalami penurunan. Hingga pada akhirnya, perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja yang sampai saat ini sebanyak 18 karyawan.

“Kami bersyukur masih bisa bertahan hingga saat ini,” jelas dia. (Hamdi/red)

131
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *