Bidik E-Commerce, Kini Ninja Point Hadir 38 Titik di Pekalongan

PEKALONGAN[ELogistik.id]—Ninja Xpress (PT Andiarta Muzizat) melakukan ekspansi bisnis dengan membuka agen atau disebut Ninja Point di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, seiring pesatnya bisnis online di wilayah tersebut.

Tahap awal, perusahaan melakukan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan pelaku jasa pengiriman ekspres pada Jumat (17/11/2017).

Berdasarkan data pemerintah menyebutkan pengguna internet di Indonesia berjumlah sekitar 127,6 juta pada tahun ini merupakan terbesar keenam di dunia setelah Tiongkok, Amerika Serikat, India, Brazil dan Jepang.

Selain itu jumlah transaksi berjalan ekonomi digital terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kemunculan pebisnis maupun start up baru pada industri digital ini juga sangat pesat.

Ammar Naufal, Ninja Point Operations Ninja Xpress memaparkan Pekalongan adalah Kota Kreatif yang diakui UNESCO sebagai Creative City of Crafts and Folk Arts dengan keindahan batiknya. Oleh sebab itu, sangat tepat jika Ninja Xpress membuka Ninja Point di wilayah ini.

“Semoga dengan hadirnya Ninja Xpress di Pekalongan akan membantu masyarakat kreatif Kota Pekalongan dalam mendistribusikan batik andalannya ke seluruh Indonesia bahkan dunia tanpa ribet,” paparnya, Jumat.

Menurutnya, Pekalongan menjadi pilot project untuk operasional Ninja Point dengan tahap awal akan membuka 38 titik yang tersebar di Tegal, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang.

“Semua agen akan kami training agar bisa mengikuti operasional yang telah kami lakukan sesuai SOP kita,” jelasnya.

Sistem online yang menjadi andalan Ninja Xpress memudahkan bagi klien untuk mengatur, mengakses, dan mengetahui seluruh rincian pengiriman paket mulai dari penjadwalan waktu pengiriman, mengunggah pesanan dalam jumlah banyak, hingga melakukan penelusuran atas status paket secara real time.

Seperti diketahui, berjualan di media sosial sangat populer di Indonesia, dan para penjual memamerkan produknya di berbagai media sosial seperti Instagram serta lebih agresif lagi di Facebook karena melihat potensi 82 juta pengguna.

Bahkan, pada 2018 terjadi lonjakan luar biasa untuk pengguna ponsel pintar yang diperkirakan 100 juta pengguna. Oleh sebab itu, penjualan lewat social commerce di Indonesia diprediksi berkembang dua kali lipat dari US$ 5,073 juta ke US$ 10,183 juta di 2020.

Melihat potensi penjualan melalui medsos, Ninja Xpress (PT Andiarta Muzizat) menghadirkan cara termutakhir berjualan di media sosial dengan menawarkan pengalaman pengaturan pengiriman barang dan pembayaran yang lebih baik, tanpa merepotkan dan mewajibkan penjual untuk berpindah ke platform baru. Solusi untuk memudahkan proses social commerce yang diluncurkan perusahaan yakni Ninja Easy.[MH]

652
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *