Ceruk Pasar Industri Jasa Pengiriman Sangat Menggiurkan

JAKARTA[Elogistik.id]—Peluang usaha ekspedisi pun semakin cerah sebab pertumbuhan pasar e-commerce. Adanya sistem berbelanja melalui online ini mendukung hadirnya perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang atau kurir. Tercatat total transaksi secara online per Desember 2016 terdapat 8.7 juta konsumen dan hampir semuanya menggunakan jasa pengiriman barang atau kurir.

Bisnis pengiriman barang merupakan salah satu bisnis yang sedang menjadi primadona di tahun ini. Bagaimana tidak, dilihat dari sisi geografis Indonesia yang memiliki banyak pulau, tentunya jasa ini sangat diperlukan untuk mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya atau dari satu pulau ke pulau lainnya.

Sederet fakta ini menjadikan bisnis ini sangat potensial di tahun ini bahkan kemungkinan akan tambah cerah di tahun-tahun berikutnya. Seperti dilansir dari GoUkm.id menyebutkan masyarakat dari masyarakat kota hingga desa membutuhkan jasa pengangkutan dan pengantaran barang tersebut.

Pertumbuhan jasa kurir secara keseluruhan sepanjang 2016 antara 20% sampai 30% dan meningkat di tahun ini. Jika dulu kita hanya mengenal Pos Indonesia, JNE dan TKI sebagai perusahaan yang menawarkan jasa pengantaran barang atau kurir, sekarang sederet nama perusahaan baru muncul meramaikan pasar di bidang ini, seperti J&T, Wahana, Indah Cargo, Ninja Xpress dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, pertumbuhan teknologi juga mendorong hadirnya bisnis rintisan yang bergerak di bidang yang sama namun dengan menghadirkan inovasi baru. Dengan mengikuti perkembangan jaman, startup logistik seperti Ninja Express, Go Send, Iruna dan lainnya menawarkan jasa pengiriman barang yang sudah berbasis teknologi digital. Beberapa di antaranya bahkan memberikan layanan tambahan, salah satunya menawarkan warehouse atau gudang di berbagai titik di Indonesia sehingga dapat mempersingkat proses pengiriman barang ke tangan konsumen.

Apakah semua jasa pengantaran barang itu semuanya sama?

Masing-masing memiliki bentuk jasa pengiriman barang yang berbeda sesuai dengan kapasitas dan moda transportasi apa yang digunakan oleh perusahaan jasa ekspedisi. Bentuk-bentuk jasa pengiriman barang yang umum ditawarkan di Indonesia ada beberapa macam, yaitu:

1.Full Truck Load (FTL)

Bentuk jasa berikut ini memungkinkan kita dapat menyewa mobil truk sesuai dengan kebutuhan. jenis truk tergantung dengan kapasitas berat atau volume. biasanya kebutuhan kita akan sangat bergantung pada berat atau volume dari barang yang ingin dikirim. Contoh perusahaan yang menawarkan jasa ini adalah GO BOX, kargo.co.id, siagatrans.com.

  1. Less Than Truck Load (LTL)

Jasa pengantaran barang dengan menyewa sebagian dari truk. Namun untuk proses pengiriman barang baru bisa berjalan bila truk sudah terisi full dengan barang. Oleh sebab itu ada perusahaan jasa pengiriman batang yang memanfaatkan peluang ini dengan cara mengumpulkan muatan barang dari banyak pengguna jasa sampai bisa memenuhi kapasitas truck yang dipakai. dengan cara ini pengguna bisa mendapatkan harga yang efisien, sedangkan penyedia jasa bisa mendapatkan keuntungan yang optimal. Contoh perusahaan jasanya seperti Ninja Express.

  1. Pengiriman Barang via Laut

Untuk pengiriman barang via laut ada 2 cara yang dapat dilakukan, ialah dengan menggunakan container dan pengiriman barang dengan kapal feri untuk kapasitas barang yang lebih kecil. Pada proses pengiriman barang menggunakan container pemilihan jasa berdasarkan penggunaan kapasitas yang dikenal dengan Full Charter Load (FCL) untuk penggunaan container secara penuh dan Less Than Container Load (LCL) untuk penggunaan kapasitas container secara partial.

4. Pengiriman barang via udara

Karakteristik dari pengiriman barang via udara adalah kecepatan dalam pengiriman barang. oleh sebab itu, tarif yang diberlakukan juga lebih tinggi dari pada pengiriman melalui darat maupun laut.

  1. Kurir/Ekspres

Jasa pengantaran barang ini untuk pengguna jasa yang menginginkan barang terkirim dengan cepat. karena sifatnya yang cepat maka harga yang diberikan juga lebih tinggi dibanding regular. biasanya dipakai oleh pengguna jasa yang mengirimkan barang dengan volume barang yang ringan dan tidak terlalu besar. Contohnya seperti Go Send, Porter, JNE, TIKI.

Modal Mulai Bisnis Jasa Pengiriman Barang atau Kurir

Soal prospek bisnis ini memang menjanjikan, tapi bagaimana modal yang diperlukan? Banyak orang yang menganggap kalau bisnis ini memerlukan investasi awal yang tidak sedikit. Mengingat membeli moda transportasinya saja perlu modal yang banyak, belum lagi kebutuhan bisnis lainnya.  Tidak juga loh! Kita tetap bisa memulainya meskipun modal terbatas, caranya dengan membeli waralaba atau jadi agen perusahaan jasa kurir, seperti Tiki atau JNE.

Bisa juga, mendirikan perusahaan mandiri disertai dengan pendirian PT dan izin penyelenggara pos dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Merintis bisnis dari nol dan memiliki brand sendiri memang impian bagi semua orang, namun kalau modal yang kita miliki tidak mencukupi lebih baik kita pilih jalan alternatif bukan? Bagi Anda yang ingin mencoba untuk menambah pengalaman, langkah ini juga sangat tepat untuk Anda lakukan sebelum mulai dengan brand sendiri. Dengan begitu Anda dapat menghemat modal dan belajar sistem operasional dari perusahaan yang sudah besar.

Selama ini bisnis ini diatur melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 23/PER/M.KOMINFO/04/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Urusan Pemerintah Sub Bidang Pos dan Telekomunikasi. Izin penyelenggaraan bidang kurir dan pos ini berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan menunjuk pelaksanaanya yaitu Direktur Jendral Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika. [Hamdi]

613
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *