Pengiriman Barang Meningkat, KALOG Buka Rute Jakarta-Jogja

JAKARTA [ELogistik.id]—Pertumbuhan bisnis jasa pengiriman dari tahun ke tahun membuat perusahaan BUMN, PT Kereta Api Logistik (KALOG) turut melakukan sejumlah strategi dengan membuka jalur baru untuk angkutan barang Jakarta-Jogja (PP). Dalam hal ini, KALOG menyiapkan satu gerbong Kereta Api Taksaka Pagi dengan kapasitas muatan mencapai 10 ton.

Firman Mediansyah, Manager Marketing dan Sales KALOG, mengatakan ada sejumlah permintaan dari industri jasa pengiriman untuk layanan rute Jakarta-Jogja. KA Taksaka Pagi berangkat dari Stasiun Kota Jakarta pada pukul 09.00 WIB dengan cut off pukul 05.00 WIB. Adapun sampai Jogja pada pukul 17.00 WIB. Sebaliknya, KA Taksaka Pagi akan mengangkut barang kiriman dari Jogjakarta dengan jadwal keberangkatan pada pukul 08.00 dan sampai di Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB. Rute baru ini baru beroperasi pada 8 Juli 2017.

“Saya rasa pertumbuhan bisnis jasa kiriman akan terus bertumbuh. Makanya kami menambah rute baru. Tentu ada penambahan sumber daya manusia (SDM) sebagai kekuatan utama dalam mendukung bisnis kami,” jelasnya kepada Elogistik.id, Senin (31/7/2017).

Selain KA Taksaka Pagi, Firman menerangkan Kereta Api yang sudah ada untuk rute Jakarta-Jogja  yakni KA Senja Utama Solo. Namun kereta api tersebut melayani pemberangkatan pada malam hari pukul 22.00 WIB dengan cut off pukul 19.00 di Stasiun Pasar Senen dan sampai di Jogjakarta pada pukul 06.00 WIB keesokan harinya.

“Untuk overnight bisa menggunakan KA Senja Utama. Kalau reguler bisa memakai KA Taksaka Pagi,” jelasnya.

Tak berbeda dengan anak perusahaannya, PT KAI juga memaksimalkan KA angkutan barang untuk bisa melayani barang kiriman ke sejumlah wilayah.

Hari Sukoco, Vice President Penjualan dan Bina Pelanggan Angkutan Barang KAI, menerangkan pemberlakuan batas volume muatan bagi moda transportasi darat untuk trucking satu sisi justru menguntungkan bagi Kereta Api Angkutan Barang. Dengan demikian, angkutan barang diharapkan akan beralih ke moda transportasi kereta api.

“Kita berani bersaing dari sisi harga. Saat ini, kita orientasi bisnis dan pengembangannya,” jelas Hari  Senin (31/7/2017).

Menurutnya, beragam upaya telah dilakukan untuk memaksimalkan layanan angkutan barang ini. Salah satunya, dengan dibukanyaTerminal Ronggowarsito di Semarang dan Brumbung yang mulai beroperasi belum lama ini. Selain itu, di sejumlah dibuka akses untuk angkutan barang.

Hari menjelaskan kereta api barang juga berencana membuka akses ke sisi selatan Jawa yakni Jebres Solo dan Kemiri Sragen.

“Strategi yang kami lakukan dengan membuka akses yang mendekati sentra bisnis, baik dari kawasan pergudangan, kawasan industri maupun pelabuhan,” terangnya.

Saat ini, KAI menargetkan volume angkutan barang melebihi angkutan penumpang. Adapun, realisasi sekarang berkisar 50%-50%. Untuk pendapatan angkutan barang, katanya, KAI masih mengandalkan pendapatan dari Sumatra lantaran muatan batu bara masih tinggi.

“Secara keseluruhan, total volume angkutan barang naik 25% dibandingkan periode tahun lalu,” jelasnya.[MH].

395
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *