Kerja Profesional

Sosok Dhedy Irawan

kerja profesionalTak ada keberhasilan dalam berbisnis secara instan. Semua berawal dari perjuangan dan kerja keras untuk mendapatkan apa yang dicitakan. Hal itulah yang dilakukan H. Dhedy Irawan. Awal karir, dia bekerja sekaligus belajar dengan orang tua.

Seiring berjalannya waktu, dia mendapatkan penawaran untuk ikut tender kayu karet, kayu kakao, kayu randu dan kayu glugu di PTPN 9. Padahal, Dhedy belum begitu mengerti dunia bisnis yang dijalani saat itu. Ditambah, belum memiliki badan usaha yang membidangi usaha tersebut.

“Waktu itu, saya harus pinjam badan usaha milik orang lain sampai dengan 2 tahun,” paparnya kepada ELOGISTIK, Kamis (25/5/2017).

Seiring berjalannya waktu, Dhedy berpikir untuk membuat badan usaha sendiri sampai sekarang yang bergerak di bidang kayu, supplier dan trading.

Menurutnya, guna menunjang pekerjaan kayu pastinya membutuhkan angkutan berupa truk gandeng. Mulanya, dia harus berjuang untuk menyewa transportasi untuk pengangkutan barang selama 7 tahun.

“Pada akhirnya, kami ditawari teman untuk membeli truk gandeng yang sudah tua. Truk itu hanya digunakan selama 1 tahun karena terlalu banyak perawatan dan akhirnya dijual,” tuturnya.

Sedikit demi sedikit, Dhedy berpikir untuk membeli truk gandeng bekas tapi masih bagus. Itupun hanya berlangsung selama 3 tahun. Setelah mendalami angkutan, pihaknya akhirnya membuat karoseri sendiri yang memproduksi bak gandengan trailer dump dan lainnya. Kala itu, awal perjalanan bisnisnya mayoritas memakai driver dari Kediri Jawa Timur.

“Karena ada permasalahan, dengan tegas kami keluarkan semua sopir. Kami menilai sopir ingin intervensi perusahaan. Akhirnya kami berdayakan sopir lokal dari Batang. Ternyata sangat baik dan jujur karena karakternya mungkin sama,” papar pengusaha asal Batang.

Dalam meniti karir bisnisnya, Dhedy memberdayakan empat karyawan yang merupakan saudara sendiri. Hingga akhirnya, bisnis itu terus berkembang dan akhirnya pihaknya merekrut tenaga kerja di sekitar lingkungannya yang masih mengganggur. Sampai saat ini jumlah karyawan sekitar 500 an orang.

Pihaknya menganggap karyawan itu sebagai saudara dan teman. Namun demikian, saat posisi kerja harus bersikap profesional.

“Di luar kerja kita teman main bareng, nongkrong bareng dan seminggu sekali setiap Jumat sore kita main bola bersama untuk menjalin keakraban satu dengan yang lain,” tuturnya.

Dalam dunia bisnis, Dhedy terus menjaga kepercayaan relasi dengan cara tepat waktu pada saat pengiriman barang dan bertanggung jawab atas kerusakan dan kehilangan barang.

Saat disinggung aktivitas di luar kerja, suami dari Hj Noor Silvi Veramasari SE ini turut serta memperjuangkan Persibat Batang untuk bisa berprestasi dan bisa lolos babak 16 besar Liga 2. Di sisi lain, pihaknya saat ini masih pengembangan kandang ayam clouse house, guna memenuhi kebutuhan daging ayam wilayah Jateng.

“Jadi badan usaha kami walaupun satu tetapi berbeda manajemen serta adminitrasi.

PT Kayu Manis Batang bidang transportasi. CV Karya Mitra Putra bidang pengolahan kayu supllier dan trading,” tuturnya. [Hamdi]

227
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *