Luncurkan Aplikasi, PT Pos Indonesia Pangkas Rantai Broker

pt posSEMARANG[ELogistik.id]— PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Regional VI Semarang meluncurkan sistem berbasis aplikasi guna memangkas atau memperpendek rantai distribusi dalam kargo, transportasi maupun kurir.

Aplikasi itu dinamakan Sistem Informasi Penyedia Jasa Transportasi. Sebuah aplikasi yang membantu pelaku bisnis logistik untuk bisa memberikan layanan logistik secara serentak, efisien dan maksimal dari sisi benefit.

Kepala Kantor Regional VI PT Pos Indonesia, Dwi Indarmani mengatakan rantai pasokan dimulai dari pelanggan membutuhkan jasa, memindahkan barang sampai kepada barang. Untuk mendapatkan kendaraan saja masih dibutuhkan banyak rantai. Ada perusahaan transportasi, ada broker transportasi dan rantai lainnya.

“Dia bukan perusahaan transportasi tetapi sales transportasi. Nah, maka dari itu kami buat manajemen berbasis aplikasi,” papar Dwi saat ditemui ELogistik.id, Kamis (23/3).

Dengan aplikasi itu setiap pelaku bisnis logistik akan mendapatkan jasa transportasi tanpa melalui banyak pihak atau broker. Selain itu, bisa percepat pemenuhan kebutuhan dan memangkas biaya sehingga efisiensi bagi konsumen akhir.

“Setiap orang bisa langsung klik, untuk menentukan kebutuhan yang diinginkan, harga berapa, dia yang punya perusahan apa dan setertusnya,” jelasnya.

Lahirnya aplikasi itu, kata Dwi, menyesuaikan dengan perkembangan digitalisasi dan lingkungan bisnis sehingga mencuat ide kreatif untuk menciptakan konsep manajemen tersebut. Apalagi, saat ini ekonomi domestik kurang membaik, ditambah biaya ekonomi tinggi. Di satu sisi, kebutuhan distribusi yang harus terpenuhi.

“Bagaimana memadukan situasi menjadi sebuah solusi, bagaimana rangkaian pendek, supply chain pendek, biaya murah. Dengan cara seperti itu tidak ada biaya broker yang tidak punya kompetensi inti,” terang dia.

Menurutnya, sistem itu diterapkan di PT Pos Indonesia Regional VI pada bulan lalu namun belum berjalan maksimal karena masih learning by doing. Saat ini, sosialisasi awal dilakukan di tingkat internal, komunitas penyedia jasa dan pengguna jasa, perusahaan jasa transportasi selaku vendor ke PT Pos Indonesia.

“Kepada masyarakat yang kita lakukan dalam konteks jualan jasa logistik. Dengan sistem ini, seluruh pelaku bisnis bisa melakukan eksekusi bisnis bersama, karena menggunakan sistem tersebut,” jelasnya.

Sejauh ini market share PT Pos Indonesai untuk belanja online baru sekitar 13%. Sedangkan di pengiriman surat dan paket telah mencapai 40%, khususnya surat kilat khusus yang memberikan kontrbusi 70% dari mengiriman mail and parcel.

393
Loading Likes...

Berita lainya

1 Response

  1. gusman berkata:

    mantap..inovasi tiada henti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *