Bulan Purnama Logistik Dukung Pahlawan Devisa

SEMARANG[Elogistik.id]—Bisnis jasa pengiriman, pos dan logistik di Indonesia belakangan ini kian marak. Mereka memiliki segmen pasar beragam, mulai dari ritel, industri dan online. Dalam hal ini, PT Bulan Purnama Logistik (BPL) hadir untuk meramaikan industri jasa pengiriman tersebut.

Segmen pasar BPL terbilang langka. Perusahaan yang berdiri sejak Agustus 2016 ini fokus menerima barang kiriman dari ‘pahlawan devisa’ yakni Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri. Saat ini, para TKI yang memanfaatkan jasa pengiriman BPL berasal dari Hongkong, Taiwan, Singapura, Dubai, Jeddah dan Mesir. Khusus Mesir, kiriman barang mayoritas dari mahasiswa yang studi di universitas ternama di Negeri Piramida.

Kendati terbilang baru, perusahaan ini mampu menampung barang kiriman TKI hingga 6-8 kontainer/ bulan, dengan ukuran kontainer 40 feet.

Direktur Bulan Purnama Logistik Joko Supramono mengatakan dari jumlah kontainer itu, shipment terbanyak dari  Hongkong yang mencapai 4-5 kontainer. Dalam 1 kontainer, katanya, terdapat 400-an koli. Artinya, terdapat 400 alamat dari para TKI yang mengirimkan barang ke Indonesia.

Secara teknis, dia menceritakan, para TKI datang ke perusahaan jasa pengiriman di negara asal mereka bekerja. Perusahaan dari berbagai negara itu telah menjalin kerjasama dengan BPL. Adapun proses pengiriman barang melalui jalur pelayaran atau shipping line, selanjutnya dari BPL mengecek barang tersebut untuk proses clereance dari petugas bea cukai.

Setelah itu, BPL mengirimkan barang ke alamat TKI. Dalam proses delivery kepada konsumen, BPL juga menggandeng dua vendor untuk distribusi ke Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Komposisi shipment terbanyak di Jawa Timur yang mencapai 60%, Jawa Tengah 30% dan 10% ke Jawa Barat.

“Kami itu perusahaan yang membantu para pahlawan devisa. Para TKI itu senang atas layanan dari kami,” paparnya, Selasa (21/3).

Dia menerangkan overload pengiriman TKI terjadi menjelang Ramadan, yang mencapai 15 hingga 20 kontainer. Sama seperti pada bulan sebelumnya, pengiriman terbanyak didominasi dari Hongkong. Adapun, proses delivery hingga ke konsumen untuk area Pulau Jawa memakan waktu dua pekan, sedangkan di luar Pulau Jawa hingga tiga pekan.

Joko menuturkan tantangan terberat dalam perusahaannya yakni delivery barang hingga pelosok desa. Hal itu membutuhkan ketelatenan para kurir untuk mendapatkan alamat yang dituju.

“Alamatnya itu detail sampai dusun, RT dan RW-nya. Untungnya, orang desa dikenal dengan guyub dan mengenal orang yang kami tuju, sehingga kami mudah mendapatkan nama rumahnya. Jika kesulitan, kami tinggal datangi kantor desa setempat,” jelasnya.

Dia menyebutkan TKI Jawa Tengah terbanyak yang mengirimkan barang kepada sanak saudara meliputi Cilacap, Banyumas dan Kendal. Untuk wilayah Jawa Timur, berada daerah di Malang dan Blitar. Adapun di regional Jawa Barat mencakup Indramayu dan Cirebon.

“Barang yang dikirim ke Indonesia sangat bervariasi, mulai dari asesoris rumah, pakaian, dan barang yang berasal dari negara tempat dia bekerja,” ujarnya.(Gerardio)

209
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *