Pantang Menyerah

SOSOK: Oki Brilliant

Memegang jabatan tertinggi dalam perusahaan jasa pengiriman di kota-kota besar merupakan hal biasa. Namun, beda ceritanya tatkala ditempatkan di suatu daerah. Butuh tantangan luar biasa. Itulah yang dialami Oki Brilliant pada 19 tahun lalu. Saat itu, pria kelahiran 19 Oktober 1969 ditunjuk menjadi Branch Manager PT TIKI Kudus Jawa Tengah.

Oki, sapaan akrabnya, harus mbabat alas untuk mencari konsumen. Tantangan terberat bagi dirinya adalah persaingan kompetitor angkutan darat yang murah dan awal krisis moneter pada pemerintahan kala itu. Namun demikian, Oki terus melakukan pendekatan dengan door to door supaya mendapat kepercayaan dihati customer.

“Tugas di daerah baru harus cepat menyesuaikan dengan kondisi. Apalagi, ini tugas lapangan. Terus berjuang dan pantang menyerah,” ujarnya saat diwawancarai E-Logistik, Senin (20/2).

Sebelum ditugaskan ke Kudus, pria kelahiran Medan ini mengenyam dunia marketing di perusahaan TIKI di Jakarta selama 2 tahun. Oleh karena itu, ilmu marketing yang diperoleh dari pusat diimplementasikan di daerah, kendati berat di awalnya.

Lalu, bagaimana membangun sumber daya manusia (SDM) di perusahaan yang terbilang baru di Kudus? Oki bercerita awalnya dimulai dari masyarakat lingkungan sekitar usaha, mulai dari lima orang dan terus bertambah setiap tahun.

“Saya sendiri memberikan contoh kepada karyawan untuk menerapkan kejujuran dan tanggung jawab. Mereka masing-masing mempunyai tugas multi fungsi baik dari kurir jemput bola kiriman serta pembukuan administrasi. Karena masih awal, semua tugas bisa dirangkap,” jelasnya.

Tahun pertama, pihaknya mampu meraih hati konsumen dengan membuka 3 gerai di Kudus dan sekitarnya. Perjuangan di tahun pertama membuat Oki selalu terpacu untuk terus berkembang karena menyakini industri jasa pengiriman bakal bertumbuh pesat. Maka tidak heran, jika mobil operasional juga dipakai untuk antar jemput barang kiriman.

Kerja keras yang dilakukan Oki selama lima tahun terakhir rupanya membuahkan hasil. Saat ini, TIKI dibawah kepemimpinannya memiliki 55 gerai se-Karesidenan Pati.

“Tidak ada proses yang instan. Semua butuh perjuangan,” tuturnya.

Selanjutnya, strategi apa yang dilakukan dalam mengembangkan bisnis jasa pengiriman?
Dia menerangkan bahwa kepercayaan dan kejujuran sangatlah penting. Disamping itu, perlu ditunjang dengan tren teknologi sistem informasi yang up to date dan selalu berinovasi guna merangkul pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Karesidenan Pati. (Hamdi) 

210
Loading Likes...

Berita lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *